Selasa, 24 April 2012

Tamasya ke Dokter Gigi

Apa yang ada di benak pikiran kita ketika kita membawa anak kita yang masih TK ke dokter gigi? Pastilah kekawatiran bahwa anak kita nantinya tidak mau diperiksa karena melihat peralatan dokter gigi yang begitu banyak terpampang di depan matanya, belum lagi alat alat di dental unit chair yang banyak peralatannya yang seakan akan siap dimasukkan ke dalam giginya, tentunya hal seperti ini banyak menjadi persoalan tersendiri bagi orang tua yang hendak memeriksakan anaknya ke dokter gigi. 
                Untuk itulah kami dari RSM – DSM BALI memiliki sebuah program yang kami beri nama “tamasya ke dokter gigi” nah di program ini kami
mengundang siapapun, baik instansi perusahaan ataupun sekolah sekolah TK untuk bekerjasama dengan kami untuk memberikan edukasi atau pendidikan sejak dini bagi anak anak, agar mereka nantinya tidak takut lagi datang ke dokter gigi, dalam pelaksanaan program ini yang pertama kami ingin mensosialisasikan membiasakan hidup sehat bagi anak anak TK dan SD sehingga mereka nantinya paham akan pentingnya hidup sehat itu. Yang kedua dengan adanya program ini membiasakan berkonsultasi dengan dokter sehingga tidak takut lagi dengan dokter gigi dan yang terakhir dengan adanya program tamasya ke dokter ini kami ingin anak anak juga tumbuh dan peduli dengan lingkungan sekitarnya terutama kepada anak anak yang kurang mampu secara ekonomi.(AW)
               
Mari berbagi sehat join donasi di program Tamasya ke dokter gigi  CP. RSM : 0361-488956
               


Ruam Popok

Hal yang paling sering dikeluhkan ibu-ibu adalah saat pantat bayi mereka kemerahan. Mengapa hal ini bisa terjadi?
Kulit bayi baru lahir sangat berbeda dengan kulit orang dewasa. Kulit mereka masih sangat sensitif. Penggunaan popok sekali pakai (diaper) yang bersifat menutup “pernafasan” kulit, ditambah lagi kontak dengan cairan kencing dan bahkan fesesnya memicu pantat kemerahan alias ruam popok. Bila kondisi ini dibiarkan terus menerus, kulit sangat rentan mengalami invasi bakteri dan jamur yang akan memperparah ruam popok ini.
CEGAH DAN MINIMALISIR
Untuk mencegah dan meminimalisir ruam popok, coba cara-cara berikut:
1.   
Gunakan popok kain agar kulit pantat bayi dapat “bernafas”
2.       Segera ganti popok bila bayi kencing atau BAB
3.       Bersihkan pantat bayi menggunakan air bersih saat ia kencing atau BAB. Jangan menyeka keras-keras pantat yang teriritasi itu
4.       Cuci popok menggunakan cuka pada saat pembilasan. Cuka membantu mengusir iritan alkalin pada popok
5.       Gunakan cream yang mengandung zinc oxide. Oleskan tipis-tipis ke pantat bayi setiap hari. Cream ini bisa didapat di toko perlengkapan bayi atau supermarket
6.       Atau gunakan minyak kelapa untuk dioleskan di kulit bayi

Semoga cukup membantu…..

Dr. Oktarina Paramita

Jumlah waktu tidur anak

Jumlah waktu yang dibutuhkan anak untuk tidur berbeda-beda sesuai dengan usianya. Berikut ini adalah pedoman umum jumlah kebutuhan tidurnya.
BAYI BARU LAHIR (HINGGA USIA 1 BULAN): 15 -16 JAM PERHARI

Bayi baru lahir biasanya tidur sekitar 15 sampai 18 jam sehari, tetapi durasi waktu yang pendek , yaitu dua sampai empat jam, kemudian terbangun beberapa saat dan kemudian tidur kembali. Bayi prematur mungkin tidur lebih lama. Bayi yang mengalami kolik lebih pendek durasi waktu tidurnya karena tidak nyaman dengan perutnya.


Karena bayi baru lahir belum memiliki jam biologis internal atau irama sirkadian, pola tidur mereka tidak terkait dengan waktu siang hari atau malam hari. Bahkan, mereka cenderung tidak memiliki pola sama sekali.
BAYI USIA 1-4 BULAN: 14-15 JAM PERHARI

Mulai usia 6 minggu, bayi Anda mulai tenang sedikit. Saat ini pola tidur yang lebih teratur mulai muncul. Umumnya bayi akan tidur selama empat hingga enam jam, dan jam biologis internal mulai teratur sehingga cenderung tertidur nyenyak di malam hari.
BAYI USIA 4-12 BULAN: 14-15 JAM PERHARI

Walaupun idealnya bayi usia 4-12 bulan tidur selama 15 jam, namun sebagian besar bayi usia ini hanya tidur selama 12 jam..Membangun kebiasaan tidur yang sehat adalah tujuan utama selama periode ini. Pola tidurnya sudah seperti orang dewasa saat ini.

Bayi biasanya mengalami tiga kali tidur siang dan berkurang menjadi dua kali tidur siang pada usia sekitar 6 bulan, sementara itu mereka sudah mampu tidur sepanjang malam. Waktu tidur di siang menjelang siang biasanya dimulai pukul 9 pagi dan berlangsung sekitar satu jam. Tidur siang awal dimulai antara siang dan 2 malam dan berlangsung satu atau dua jam. Dan tidur siang sore mungkin mulai dari 3 sampai 5 sore, dan bervariasi durasi waktunya.

1-3 TAHUN: 12 - 14 JAM PER HARI

Setelah berusia satu tahun, ia mungkin hanya akan sekali tidur siang. 

Kebanyakan anak usia 21 sampai 36 bulan usia masih perlu tidur siang satu hari, yang berkisar satu sampai tiga setengah jam lamanya . Mereka biasanya pergi tidur antara 7 dan 9 malam dan bangun antara 6 dan 8 pagi

3-6 Tahun Lama: 10 - 12 jam per hari

Anak pada usia ini biasanya mulai  tidur antara pukul 7 dan 9 malam dan bangun sekitar pukul 6 dan 8 pagi, seperti sebelumnya. Pada usia 3 tahun, sebagian besar anak masih tidur siang, sementara pada usia 5 tahun, sebagian besar sudah tidak tidur siang.  Secara bertahap durasi tidur siang menjadi lebih pendek juga. 

7-12 TAHUN: 10 - 11 JAM PER HARI

Pada usia ini, dengan adanya kegiatan sosial, sekolah, dan keluarga, waktu tidur secara bertahap menjadi berkurang. Sebagian anak usia 12-tahun tidur  sekitar pukul 9 malam.  Waktu tidur total, antara 9 sampai 12 jam, meskipun rata-rata hanya sekitar 9 jam.

12-18 TAHUN LAMA: 8 - 9 JAM PER HARI

Kebutuhan tidur tetap sama pentingnya untuk kesehatan. Sebenarnya jumlah waktu yang dibutuhkan untuk tidur tetap sama, namun karena sudah mulai banyak aktivitas sehingga waktu tidur sering dikorbankan. (okt)
dr. Oktarina paramita

BELUM HAID USAI MELAHIRKAN, NORMALKAH?

Sudah beberapa bulan ini Mila resah.  Sejak melahirkan Reza hingga kini genap usia Reza setahun, belum pernah sekalipun ia mendapat haid. Sudah berkali-kali juga Mila melakukan tes kehamilan, tapi hasilnya negatif. Mila dan Thariq, suaminya merasa khawatir kalau-kalau ini adalah suatu penyakit.
Kebetulan di pengajian kali ini menghadirkan dokter Roshi sebagai nara sumber.Tidak meyia-nyiakan kesempatan,  Mila pun menceritakan masalahnya.
“ Ibu Mila menyusui anak ibu hingga sekarang?, Tanya dokter Roshi.
“Iya, Dok. Masih menyusui. Terutama kalau malam hari. Kalau siangnya kan saya kerja.”” Jawab Mila.
“Bu, belum mendapat haid usai melahirkan itu normal. Bukan penyakit.  Apalagi ibu masih menyusui anak ibu hingga kini. Lama seorang ibu tidak mendapatkan haid berbeda-beda. Ada yang dua bulan setelah melahirkan langsung mendapatkan haid, dan bahkan ada yang hingga dua tahun belum mendapat haid. Terutama ini terjadi pada ibu yang masih menyusui anaknya. Secara tidak langsung, menyusui anak adalah metode kontrasepsi alami, walaupun efektivitasnya tidak 100 persen. Beberapa ibu masih bisa hamil walaupun masih menyusui. Bagaimana Bu? Sudah paham?”
Mendengar penjelasan dokter Roshi, Mila mengangguk-anggukkan kepala tanda paham. Kini dia tidak perlu resah lagi belum mendapat haid.
dr. Oktarina Paramita

KENALI GOITROGEN, CEGAH GONDOKAN

Goitrogen merupakan istilah yang digunakan untuk menyebut bahan makanan yang berpotensi menyebabkan gondok. Tentu saja dengan syarat bila bahan makanan jenis goitrogenik ini dikonsumsi secara berlebihan setiap hari dan cara pengolahannya yang kurang tepat.
Jenis makanan goitrogenik ini akan mengganggu kerja kelenjar tiroid yang bertugas memproduksi hormone tiroid guna metabolisme tubuh sehingga kelenjar ini akan mengkompensasi sel-selnya menjadi besar yang kita sebut sebagai gondok.
Bahan makanan yang yang bersifat goitrogenik bila dikonsumsi berlebihan adalah:
-          Brokoli
-          Kubis
-          Bunga kol
-          Lobak
-          Bayam
-          sawi
-          Kacang tanah
-          Kedelai dan produk kedelai: termasuk tempe dan tahu
-          Strawberry
-          Buah pir
Memasak akan meminimalisir efek merugikan bahan makanan goitrogenik ini. Entah dikukus atau digoreng.
Tentunya bahan makanan yang tersebut di atas memiliki nilai gizi yang tinggi dan sayang untuk benar-benar dihindari . Hanya saja perlu diingat untuk konsumsi secukupnya saja dan cerdas mengolahnya agar terhindar dari resiko gondok. J
Dr. Oktarina Paramita

WAJAH MENCONG, TERNYATA BELL’S PALSY

Pak  Timo kaget. Saat hendak berkumur-kumur usai menggosok gigi, air dari gelas yang diminumnya langsung keluar dari mulutnya. Padahal belum lagi dipakainya untuk berkumur. Setelah dicobanya tiga kali berkumur, akhirnya Pak Timo menyerah. Dia melihat cermin dan langsung terkaget-kaget. Wajah sisi kanannya ternyata mencong. Sambil mengedip-ngedipkan matanya, dia tambah kaget lagi menyadari mata kanannya ternyata juga tidak bisa berkedip. Apa yang terjadi dengan Pak Timo?
Sebagian besar orang pasti kaget menyadari kejadian seperti yang dialami Pak Timo. Banyak yang mengira ini adalah stroke, padahal ada kelainan lain yang disebut Bell’s Palsy yang punya gejala seperti ini.
Sir Charles Bell, ahli bedah Skotlandia pertama kali menemukan penyakit ini pada abad ke-19.  Keluhan penyakit ini derajatnya beragam. Yang terbanyak adalah dengan gejala wajah yang tidak simetris (mencong), kelopak mata yang tidak bisa ditutup sempurna, gangguan pengecapan serta sensasi mati rasa kebal) pada satu sisi wajah. Pada beberapa kasus disertai adanya hiperakusis (sensasi pendengaran yang berlebihan), telinga berdenging, telinga terasa nyeri, nyeri kepala dan perasaan melayang. Keluhan tersebut terjadi mendadak dan mencapai puncaknya dalam 2 hari. Keluhan yang terjadi diawali oleh nyeri pada telinga yang seringkali dianggap sebagai infeksi.
Berbeda dengan stroke, Bell’s Palsy tidak disertai dengan kelemahan anggota badan (tangan dan kaki). Pria dan wanita dari segala usia bisa mengalaminya.
Bell’s Palsy terjadi karena adanya kerusakan pada saraf fasialis di daerah wajah.Bisa karena radang, penekanan, atau pembengkakan. Diyakini, infeksi virus Herpes-Simpleks sebagai penyebabnya. Selain itu, orang yang sering terkena terpaan angin langsung juga bisa mengalami Bell’s Palsy. Misalnya pada pengendara sepeda motor yang enggan menutup wajahnya dengan kaca helm, orang yang duduk dekat jendela kendaraan yang terbuka di sepanjang perjalanan, atau yang suka tidur di lantai sambil menempelkan sebelah pipinya di lantai.
Tergantung dari tingkat keparahannya, penderita akan sembuh dalam waktu tiga bulan bila mendapat penanganan tepat. Apalagi bila pengobatannya sedini mungkin.
Yang tidak kalah penting adalah latihan wajah. Lakukan latihan ini minimal 2-3 kali sehari. Pada fase akut, mulailah dengan kompres hangat dan pemijatan pada wajah. Ini berguna untuk meningkatkan aliran darah pada otot-otot wajah. Kemudian lanjutkan dengan melakukan gerakan-gerakan wajah tertentu untuk merangsang otak agar tetap member sinyal menggerakkan otot-otot wajah. Gerakannya berupa:
* Tersenyum
* Mencucurkan mulut, kemudian bersiul
* Mengatupkan bibir
* Mengerutkan hidung
* Mengerutkan dahi
* Gunakan telunjuk dan ibu jari untuk menarik sudut mulut secara manual
* Mengangkat alis secara manual dengan keempat jari
*Menutup mata
Jangan lupa, mata yang susah dipejamkan harus dijaga agar tidak menimbulkan komplikasi. Berikan air mata buatan untuk mencegah kekeringan pada bola mata dan mencegah infeksi, beri pemberat pada kelopak mata. Bila belum berhasil, pertimbangkan tindakan operatif.

dr. Oktarina Paramita

WASIR AYO DIUSIR

Menderita wasir alias ambeien sungguh tidak nyaman. Terlebih jika keluar tonjolan wasir di muara dubur  atau ketika darah segar menetes-netes dari dubur.
Menurut Prof. Dr. Abdus Sjukur SpB-KBD, ahli bedah digestif dari RSUD dr. Sutomo Surabaya dalam sebuah seminar ilmiah di Denpasar, Juni 2011 lalu mengatakan bahwa beberapa makanan berpotensi menimbulkan wasir. Makanan itu adalah:
-       Beras
-       Durian lokal. Namun durian montong alias durian bangkok tidak terlalu berpotensi memicu wasir ketimbang durian lokal.
-       Daging kambing, Nanas, Salak, Alkohol, Acar, Makanan pedas

Belum diketahui alasan mengapa makanan-makanan itu yang cenderung menimbulkan wasir. Hanya saja menurut pengalaman beliau, orang yang sering mengkonsumsi makanan di atas lebih sering menderita wasir.

Untuk mengatasi keluhan wasir, Prof. Abdu Sjukur menyarankan hal-hal berikut ini:
-       Perbanyak makan serat, yaitu sayur. Persepsi kita selama ini semua jenis sayur bisa dimakan untuk mengatasi wasir. Namun ternyata sayur yang sebaiknya dikonsumsi untuk mengatasi hemoroid adalah sayuran yang tidak berdaun, macam buncis, wortel, dll.
-       Lakukan olahraga
-       Jangan duduk lama-lama, termasuk nongkrong lama-lama di toilet (apalagi sambil baca koran J).
-       Duduk berendam di air hangat atau dingin. Tujuannya merelakskan daerah dubur.
-       Jangan terlalu mengejan saat buang air besar. Agar tidak mengejan kuat-kuat, perbaiki pola makan sehingga feses tidak terlalu keras.
-       Hindari kegemukan
-       Bila masih tidak ada perubahan, konsultasikan ke dokter Anda untuk mendapatkan terapi yang sesuai.

dr. Oktarina Paramita